Herzlich Wilkommen
Melted or molten?
Saat ketemu dengan kata kerja, apalagi jarang atau bahkan belum pernah terdengar sebelumnya, seolah menjadi masalah baru bagi penggemar bahasa. Anggapan seperti itu justru makin didukung dengan kenyataan, bahwa kata kerja sendiri punya banyak hal untuk diperhatikan, seperti konjugasi, bentuk waktu, dan belum lagi masalah kata kerja beraturan atau tidak.
Kata kerja berikut adalah kata kerja dengan bentuk dasar(infinitif) yang sama, dan bentuk lampau yang sama pula. Akan tetapi dalam bentuk perfect, ada 2 jenis bentuk, yaitu melted, dan molten. Yang menjadi masalahnya adalah apa yang membedakan kedua bentuk tersebut?
Jika dibentuk ke dalam tabel antara bentuk pertama dan kedua, maka kita bisa mendapati sebagai berikut:
Bentuk I | Bentuk II | |
Present Tense | melt | melt |
Past Tense | melted | melted |
Past Participle | melted | molten |
Sekarang, mari fokus ke kata molten, karena kata melted sudah menjadi umum terdengar di telinga kita. Perhatikan arti yang ada pada gambar di bawah yang saya ambil dari Oxford Languages.
Adalah hal umum, bentuk Verb III bisa juga bertindak sebagai kata sifat (adjective). Pada gambar dijelaskan, bahwa molten yang adalah bentuk Participle dan berperan sebagai kata sifat, berarti "yang dicairkan" dan "yang mencair". Namun pada saat yang sama, molten digunakan secara khusus untuk benda yang material, seperti logam, kaca, yang mana hanya akan mencair pada suhu tinggi. Sedangkan melted digunakan lebih ke benda padat yang mencair oleh panas dengan temperatur terhitung rendah.
Perhatikan gambar berikut:
Seperti telihat pada contoh dalam gambar, molten dipakai untuk menjelaskan benda material yang mencair pada suhu yang tinggi.

Comments
Post a Comment